Ketika aku SMA, hanya ada satu orang yang aku anggap sebagai rival. dia seorang perempuan, sangat cerdas. bahkan kalau ada kata yang lebih tinggi tingkatnya dari sangat cerdas, maka aku akan menggunakannya untuk menggambarkan rival ku itu. ini sangat tidak berlebihan. punggungnya agak bungkuk, mungkin karena terlalu banyak membaca, dan dia cantik.
Saat itu aku hanya terfokus untuk bisa menyalipnya, aku tidak tahu bagaimana tanggapannya tentang aku. tapi itulah tanggapanku tentang nya.
Sekarang dia kuliah disalah satu universitas favourite di Bandung, jurusan sastra inggris, dan terakhir aku dengar dari temaku yang sekampus dengannya, nilai IP dia 4! perfect! Saat mendengarnya aku langsung menyimpulkan kalau kecerdasannya memang sudah mendarah daging.
Sekarang serelah lulus, aku jarang sekali berkomunikasi lagi dengannya. (sebenarnya waktu masih sekolah pun, bisa dikatakan tidak pernah). aku lebih sering berkumpul dengan teman-temanku lainnya. kami membentuk himpunan alumni. didalamnya aku menjadi salah satu pengurus inti. ketika peresmian, rivalku itu tidak ikut hadir karena tentu saja sibuk. aku pikir memang lebih baik dia tidak hadir daripada membuatku menjadi merasa kaku.
Aku berbincang dengan teman-teman ku yang lain.
Alangkah terkejutnya aku ketika tahu mereka saat ini, ada yang sudah memiliki rumah makan -walaupun kecil- sendiri, ada yang sudah membuka warnet, ada yang menjadi trainer, dan tentu saja tak terhitung teman-temanku yang sudah kuliah di berbagai jurusan serta yang sudah menikah, memiliki anak dan hidup bahagia.
Aku benar-benar kaget. karena tidak menyangka, mereka yang tidak pernah aku perhitungkan justru telah melangkah jauh di depan ku. aku benar-benar malu. aku benar-benar kalah saing.
Aku mungkin terlalu menikmati keadaanku saat ini, sehingga lupa akan satu hal: persaingan hidup akan terus berlanjut sampai kapanpun. dan manusia akan berubah seiring berjalannya waktu. mereka yang dulu lalai, akan sadar bahwa dalam hidup hidup itu, begitu banyak kebutuhan. aku yang sudah menyadarinya justru terlalu asyik berjalan ditempat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar