Kamis, 19 Januari 2012

Apatis

Beberapa waktu yang lalu aku pernah mengatakan bahwa aku enggan mempercayai siapa pun. Sampai sekaranbg pun aku begitu dan aku tidak pernah tau apa alasannya. Semakin hari aku semakin merasa selain enggan mempercayai aku juga enggan untuk berteman. Ada perasaan "malas" menambah teman baru. Jangan tanya kenapa alasannya, karena aku sendiri pun tidak tahu apa alasanya.

Aku merasa aman jika aku sendiri. dengan mudahnya aku bisa larut dengan dengan hal-hal yang terliantas difikiranku. meskipun hal-hal itu adalah hal yang sangat sepele. Orang mungkin akan bilang aku tertutup, aku judes dan sebagainya. Kalau boleh jujur, aku lupa (atau tidak tahu?) bagaimana awalnya untuk memulai pertemanan.

Apatis kah aku? Aku sendiri tidak tahu arti sebenarnya dari apatis. Tapi aku baca di salah satu artikel online seperti ini:
"lawannya kasih adalah ‘tidak peduli’ (bahasa Inggris, “apathy” berasal dari kata Yunani “a-pathos”, harfiah : tanpa perasaan). Olehnya kita menggunakan istilah “apatis”. Orang yang apatis adalah orang yang tidak peduli urusan orang lain, tidak peduli lingkungan dan apa yang terjadi di sekitarnya. Kadang kita bersikap “apatis”, susahnya kalau kemudian sikap ini menjadi suatu penyakit yang menahun dan akut. Apakah kita kurang mempunyai waktu sehingga kita hilang kepedulian kita? Manusia membutuhkan komunikasi dan kerjasama diantara sesamanya. Manusia perlu saling mengisi, saling menegor, saling mengoreksi, saling memberi masukan untuk sesuatu yang baik. Seorang yang apatis mustahil ia akan sukses pada hari depannya."
                                                  sumber: http://www.cross-written.com
Aku peduli sama orang lain, meskipun tidak sepeduli orang lain. karena aku anak tunggal dan tidak dimanja, aku terbiasa melakukan semuanya sendiri, jadi terkadang aku bisa sangat bersikap keras. Kesel kalau melihat orang cengeng, meskipun aku sendiri juga tidak setegar itu.

Aku pikir, aku hanya tertutup. Entahlah jika orang-orang disekitarku yang menyimpulkan.          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar