Rabu, 26 Oktober 2011

Pertengkaran Anak dengan Orang Tua

Seberapa sering kita mengalami hal itu? Bagiku itu adalah hal paling menyebalkan dan menyedihkan dari apapun juga di dunia ini. Penyebabknya tak lain hanyalah sebuah keslahpahaman saja, bukan kah begitu? padahal setelah hidup satu atap berpuluh-puluh tahun lamanya dan memiliki darah yang sama, hal itu tidak seharusnya terjadi.


Si anak merasa orang tuanya tidak pernah mengerti perasaan dan keinginannya. begitu pula dengan si orang tua, merasa bahwa dialah yang paling mengerti anaknya. dan tentu saja yang paling benar. sehingga di negara yang paling demokrasi di dunia ini pun, menjawab omongan orang tua ketika mereka marah adalah hal tabu dan sepertinya haram. padahal setiap orang memiliki hak untuk membela diri.

Aku tidak pernah mengerti dengan keadaan ini. aku selalu berfikir bagaimana caranya aku membahagiakan orang tua, tidak pernah sedikit pun fikiranku berpaling dari hal itu, bahkan rasanya untuk memikirkan kepentingan pribadi pun aku enggan memikirkannya. tapi kenapa sulit sekali membuat orang tua mengerti hal itu? bagaimana caranya menyampaikannya? karena setiap kali aku menyampaikannya, ujungnya pasti lah pertengkaran.

Aku tidak pernah meminta sesuatu yang berbau materi, aku menerima segala yang diberikan orang tua ku dengan senang hati, aku juga menganggap mereka sebagai orang-orang yang harus aku jaga nama baik dan kehormatannya, aku selalu berusaha membuat orang tua ku bahagia dan bangga. tetapi selalu saja ada yang salah.

Aku teringat ketika aku sakit, dan dokter bilang aku terlalu banyak fikiran (padahal usiaku baru 13 tahun), ibuku bertanya sebenarnya apa yang aku inginkan? aku menjawab bahwa aku ingin orang tuka ku tidak bertengkar lagi. tpi saat itu jga ibuku menjawab dengan berbagai macam alasan kenapa dia harus bertengkar. jdi keadaan seperti itu masih berlanjut sampai sekarang ketika aku sdah bekerja.

Mungkin, aku lah orang yang bisa merasakan bagaimana rasanya tinggal di keluarga yang selama aku hidup -sampai saat ini berarti 19tahun lebih 32 hari- selalu bertengkar setiap hari. aku benar-benar muak! aku sudah benar-benar terlalu lelah melihat semuanya, apa pun yang aku katakan supaya mereka tidak bertengkar lagi selalu saja dibalas dengan berjuta-juta alasan.

Aku merasa aku terlalu cepat dengan semua ini, aku tidak merasakan bagaimana rasanya menjadi anak SMA yang bebas, karena aku harus bekerja ketika sekolah, aku juga tidak merasakan bagaimana rasanya duduk di bangku kuliah, karena ibuku bilang itu tidak perlu. aku juga tidak bisa membeli buku-buku favoritku dengan gaji ku sendiri, karena ibuku bilang itu pemborosan. aku bisa menerima semuanya. aku menuruti semua kata-kata ibuku. tapi tidakkah, ketika aku melakukan kesalahan aku harus menerima semua ini. aku juga sama seperti orang lain, ingin hidup di keluarga yang harmonis.

Ya rabbi... tidak pernah sedikitpun fikiranku berpaling selain terus menerus memikirkan cara agar membuat orang tua ku bahagia... bantu aku ya rabb...untuk membuat mereka mengerti apa maksudku dan apa ingin ku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar