Senin, 22 Agustus 2011

PERCAYA

Di dunia ini aku dituntut untuk selalu percaya pada sesuatu atau seseorang. aku melakukannya karena orang lain juga seperti itu. aku tidak tahu kenapa harus percaya kepada orang lain. jujur saja, aku termasuk orang yang sulit untuk mempercayai orang lain. setiap orang. aku tidak terlalu percaya kepada temanku, rekan kerjaku, orang tuaku, atau siapa pun.


Bagiku perkataan mereka selalu berubah rubah. tidak konsisten. mungkin aku juga seperti itu. mungkin orang lain juga tidak percaya padaku. tapi yang jelas aku tidak mempercayai mereka. karena bagiku mereka atau mungkin setiap manusia di zaman ini hanyalah orang orang munafik yang selalu tidak sesuai antara perkataan dan perbuatan, atau orang orang yang selalu memberikan harapan kosong.

Sulit sekali untuk percaya kepada teman yang mungkin hanya memanfaatkan kita saja, atau tidak pernah mendukung apa yang akan kita lakukan, atau mencibir ketika kita mempunyai / mendapatkan sesuatu yang tidak lebih baik dari orang lain.  menurutku teman itu terlalu banyak menuntut supaya kita sama dengan mereka. kalau beda bisa ditebak apa komentarnya. g solid?!?
yah, bagiku teman itu adalah sesuatu yang semu... seperti kabut. nampak tapi tidak bisa digenggam, datang ketika dingin dan pergi ketika panas. adakah kabut abadi? kalau begitu adakah teman abadi? adakah orang yang benar benar memilikinya? masih berlaku kah slogan "friendship forever" saat ini?
kita terlalu sibuk dengan hanya memikirkan saat saat indahnya saja. pernahkah terpikir apa yang teman kita katakan dibelakang kita?
lagi lagi, kita harus PERCAYA. tapi, apa yang bisa meyakinkan kita?

Hal yang sama juga berlaku untuk rekan kerja. aku heran kenapa mereka bisa tahan dengan berpura-pura so akrab padahal dihadapan manager atau direktur yang terhormat mereka saling menjelekkan satu sama lain? atau kenapa mereka masih mau akrab padahal selangkah saja mereka berpaling darinya maka rekan kerja terdekatnya itu justru menggunjingkannya?

Itukah gaya hidup manusia modern saat ini? itukah sikap yang pantas ditunjukkan oleh manusia manusia yang dinilai sudah beradab?

mungkin ini hanyalah amarah pribadi. tapi bukankah sulit sekali untuk mempercayai apapun?!? bahkan sesuatu yang jelas jelas nyata ada di depan kita?

lalu bagaimana dengan orang tua kita? bisakah kita mempercayai mereka? bisakah kita mempercayai orang yang mengaku paham kepada kita, namun ketika kita bilang "ibu, aku tidak ingin melihat ibu dan bapa bertengkar lagi." mereka justru terus menerus mengeluarkan beribu ribu sangkalan bahwa bertengkar itu diperbolehkan? bisakah kita mempercayai orang yang terkadang tidak bisa merasakan hati kita? bukankah sudah rahasia umum kalau perceraian itu dibenci oleh seluruh anak di muka bumi ini? tapi kenapa masih ada perceraian? karena mereka tidak bsa bahagia? lalu bagaimana dengan anak anak mereka? apa mereka bahagia? di situasi seperti ini, sebenarnya siapa yang paling menyedihkan?

lantas, apa yang bisa aku percayai dari semua ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar