Keluargaku adalah tipikal keluarga asli Indonesia. dengan semua permasalahannya. bapak ku seorang buruh harian lepas, ibu ku adalah ibu rumah tangga biasa, sebelumnya beliau bekerja sebagai pembantu rumah tangga.
Keluargaku bisa disebut keluarga tidak harmonis, tapi juga harmonis. yah, pembaca sekalian bisa menebaknya sendiri lah, sering sekali terjadi keributan tapi sering juga harmonis. mungkin ketidak harmonisan itu karena ibuku dan bapak ku sama-sama tidak mau mengalah. mereka berdua lahir pada hari yang sama yaitu jum'at. orang bilang kalau orang yang satu weton menikah, ya akan seperti itu. slah satunya g ada yang mau mengalah.
Bapak ku adalah orang yang cuek, sangat cuek malah. aku tidak ingat apakah setiap kali aku sakit ayahku suka bertanya keadaanku? atau kapan terakhir kali kami pergi berdua. terkadang aku memang merasa tidak punya ayah. tapi, bagaimanapun juga aku punya seorang ayah.
Ibuku adalah seorang ibu yang sangat memperhatikan keluarganya. aku beruntung mempunyai ibu seperti beliau. bisa dbayangkan kalau ibuku sama-sama cueknya dengan bapak ku. kalau itu terjadi, aku pikir lebih baik aku tidak tinggal dengan mereka. ibuku cukup keras mendidikku, meskipun aku adalah anak satu-satunya. tapi dia juga tidak akan akan lupa untuk memanjakanku.alhasil, aku tumbuh menjadi orang yang bisa sangat pendiam, bisa juga sangat lincah, percaya diri, manja tapi tidak cengeng. (jujur, aku benci orang cengeng!)
Kehidupan ekonomi kami pun bisa dibilang biasa-biasa saja. kalau digolongkan berdasarkan stratifikasi sosial, mungkin kami termasuk golongan menengah bawah.
Aku sendiri adalah anak tunggal. aku lulusan madrasah 'aliyah dan aku sekolah dibiayai oleh orang tua asuh. itu sebabnya ku menyebut keluargaku golongan menengah bawah. sekarang aku sudah bekerja. aku tidak meneruskan sekolahku meskipun orang bilang aku termasuk berotak cemerlang. menurutku mereka terlalu berlebihan. karena nyatanya, masih banyak sekali hal-hal yang belum aku ketahui. tapi mungkin suatu hari aku bisa merasakan rasanya kuliah. aku senang membaca, apapun itu. aku juga senang mengikuti perkembangan berita. aku tahu masalah-masalah yang tengah terjadi di negara ini. aku tidak suka melihat orang cengeng. aku juga tidak suka melihat orang yang suka mengeluh. apa kalian pikir, jika ada -orang yang tahu dia sering sakit tapi masih tetep saja tidak menjaga kesehatannya dan terus terusan mengeluh- itu adalah orang yang "imut"? aku sendiri akan bilang: itu menyebalkan. aku tidak tahu kenapa aku memiliki sifat seperti itu. mungkin karena ibuku tidak mengajarkanku untuk mengeluh.
Aku senang berorganisasi. tapi aku tidak senang berkumpul dengan orang-orang penjilat atau provokator.
atau juga orang fasik. lebih baik aku tidak mempunyai teman ketimbang aku berkumpul dengan orang-orang seperti mereka.
Banyak sekali yang ingin aku gambarkan tentangku. yang mungkin teman-teman terdekatku sendiri tidak mengetahuinya. tapi mungkin hal itu tidak perlu karena terlalu berlebihan. dan aku tidak suka hal- hal yang berlebihan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar